NOVAK Djokovic mara ke final Grand Slam ke-30 pada hari Jumaat dengan kemenangan straight set ke atas Denis Shapovalov dari Kanada untuk menghampiri satu lagi gelaran Wimbledon keenam.
Pemain No 1 itu dunia menang 7-6 (7/3), 7-5, 7-5 pada pertemuan separuh akhir yang tegang di mana dia berjaya menyelamatkan 10 dari 11 break points.
Shapovalov begitu kecewa sehingga dia meninggalkan gelanganggang dengan tangisan.
Pada final ketujuh Wimbledonnya, Djokovic akan menentang Matteo Berrettini setelah pemain nombor 9 dunia itu menjadi warga Itali pertama yang mencapai final perseorangan Wimbledon menewaskan Hubert Hurkacz 6-3, 6-0, 6-7 (3/7), 6-4.
“Saya rasa pungutan mata tidak cukup mengenai prestasi atau perlawanan. Dia (Shapovalov) bekerja keras untuk set pertama dan mungkin pemain yang lebih baik.
“Saya ingin memberikan tepukan kepadanya untuk semua yang telah dilakukannya hari ini dan juga sepanjang dua minggu ini. Kami akan melihatnya lebih kerap di masa depan, dia adalah pemain yang hebat,” kata Djokovic.
Kemenangan pada hari Ahad akan membawa Djokovic berada sama tahap dengan Roger Federer dan Rafael Nadal hasil 20 kemenangan Slam.
Dia hanya memerlukan Terbuka AS untuk menjadi orang ketiga dalam sejarah, dan pertama sejak 1969, melengkapkan kalendar Grand Slam.
“Saya berusaha untuk memanfaatkan kemampuan saya sendiri setiap perlawanan dan melihat apa yang berlaku.
“Pada tahap karier saya ini, Grand Slam adalah segalanya dan saya berhak membuat sejarah dalam sukan yang sangat saya gemari,” kata Djokovic, 34 tahun.
Pada hari Ahad, Berrettini akan berusaha untuk menjadi juara Grand Slam lelaki pertama sejak Adriano Panatta di Terbuka Perancis 1976.
Sekiranya dia memenangi final, Berrettini mungkin dapat meraikan gelaran kebangsaan dengan pasukan bola sepak Itali menghadapi England dalam final Euro 2020 di London pada hari itu.











Add Comment